Kamis, 10 Maret 2011

Aksi Rakyat Libya

Gelombang aksi massa menentang para diktator bergerak dikawasan Timur Tengah. Setelah Ben Ali-diktator Tunisia- dan Husni Mubarak di Mesir tumbang ditangan rakyatnya, kini pemimpin Libya, Muammar Qaddafi menghadapi tuntutan yang sama.
            Rakyat Libya sebagaimana rakyat Arab, sudah sangat lelah dengan kepemimpinan kepresidenannya sendiri. Merekapun turun kejalan mendesak rezim Qaddafi yang berkuasa lebih dari 41 tahun itu turun dari posisinya. Sudah menjadi ciri dan watak penguasa zalim dimanapun, kalau sudah duduk dikursi kerajaan, tidak mau meninggalkannya.
            Desakan massa yang dimulai pada tanggal 12 Februari kemarin disambutnya dengan moncong senjata. Korbanpun berjatuhan, berapapun jumlahnya, yang jelas Qaddafi telah menunjukkan kebrutalanya kepada rakyatnya sendiri.

Senin, 28 Februari 2011

CINTA 100 HARI

cerita kali ini mungkin ga ada hubungannya dengan meraih potensi diri..
tapi cerita ini cukup menyentuh hati saya ketika saya membacanya..
ya,, mungkin untuk selingan, ga ada salahnya bila saya melampirkan cerita ini di sini..
jika menurut anda bagus, tolong tinggalkan komen :)
selamat membaca...




Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."

Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang."
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"

Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"

Peter: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus"

Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.


15:20 pm
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.



15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.


23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.


Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...


Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.

Rabu, 23 Februari 2011

BELAJAR DENGAN MIND MAP

Banyak orang yang berfikiran bahwa mereka dapat berhasil dalam pembelajaran dengan mengggunakan metode peta pikiran. Peta pikiran ini merupakan suatu metode yang dipergunakan dengan membuat peta yang dengan mempelajari konsep yang di dasarkan pada cara kerja otak menyimpan informasi.
Cara berfikir dengan konsep peta ini merupakan hasil sebuah penelitian yang melihat bahwa daya ingat seseorang untuk berfikir dan memperoleh informasi itu sangatlah terbatas sehingga di butuhkan sebuah peta konsep pemikiran yang di dalam peta tersebut terdapat poin-poin penting yang digunakan agar dapat mendaoatkan informasi-informasi penting yang seharusnya di peroleh.
Sehingga nantinya ketika ingin melihat kembali pemetaan pikiran, kita hanya tinggal membuka kembali peta pemikiran yang sudah kita tuliskan sebelumnya.
Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila ketika dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.
Dari fakta-fakta serta informasi tersebutlah maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah. Dalam peta pikiran, kita dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya.
Ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi. Hal ini dikarenakan cara kerja proses peta itu sama dengan cara kerja koneksi di dalam otak.
Sehingga disamping itu, peta pikiran dapat pula membantu kita dalam mengembangkan ide karena kita dapat menggunakan koneksi-koneksi dalam otak untuk memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci seperti di dalam peta tersebut setelah sebelumnya kita mulai dengan satu ide utama.
Dalam sebuah proses menuangkan pikiran, manusia berusaha mengatur semua fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi di kemudian hari.
Dengan peta pikiran ini diharapkan otak manusia dapat mengulang hal tersebut dengan cara yang jauh lebih efektif dan efisien sehingga bisa menjadikan daya pikir otak menjadi lebih mudah dan tidak terlalu terbebani.
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan cara kerja peta pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral (tengah) dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan.
Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut, dan mencari hubungan antara setiap poin.
Dengan menggunakan peta pikiran ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.
Terdapat beberapa tahapan atau cara yang harus dilakukan ketika ingin membuat sebuah peta pikiran. Cara ini dapat digunakan supaya peta pikiran yang dibuat dapat sesuai dengan yang diharapkan, sehingga ketika kita membutuhkan peta pikiran itu tidak perlu repot-repot lagi.
Beberapa barang yang diperlukan yaitu kertas kosong, lalu pena atau spidol berwarna, otak serta imajinasi. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mebuat peta pikiran ini yakni
  • Pertama, mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya di letakkan mendatar,
  • Kedua, gunakanlah gambar ataupun foto untuk ide sentral pemikiran dalam membuat peta. Hal ini dikarenakan gambar-gambar ini akan melambangkan topik utama dari peta pikiran yang akan digambarkan.
  • Ketiga, yaitu gunakan warna, karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran menjadi lebih hidup.
  • Keempat, hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya.
  • Kelima, buatlah garis-garis hubung yang melengkung.
  • Keenam, gunakanlah satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis tersebut. dan
  • Ketujuh, gunakan gambar, karena setiap gambar itu mengandung banyak kata-kata di dalamnya.
Dengan melakukan hal-hal tersebut pembuatan peta pikiran tentunya membantu untuk meningkatkan daya pikir serta daya imajinasi seseorang.

ZERO TO GOOD MOSLEM

Bagaimana rasanya ketika kita menawarkan bantuan dana pada dhuafa namun ditolak? Kita tentu tidak boleh su’udzon. Bisa saja dia seperti yang dimaksud Allah SWT di dalam Al Qur’an yaitu orang yang tidak punya dan tidak suka menengadahkan tangannya alias tidak mau meminta-minta.
            Hal ini berawal dari cerita anak didik saya di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Al Musthofa yang kukelola bersama rekan-rekan, kalau beberapa santri TPQ mengikuti les di sebuah gereja.  Les semua mata pelajaran dengan gratis, bisa main komputer sepuasnya, diberi snack dan makan nasi dengan lauk yang enak (menurut ukuran anak dhuafa) serta enam bulan sekali diajak rekreasi ke Jawa Timur Park atau Taman Safari Prigen Pasuruan. Padahal anak-anak TPQ juga mendapat snack/buah segar sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu bulan.
Mendapat berita yang mengagetkan itu membuatku mencari tahu siapa saja yang ikut les ke gereja. Ternyata ada lima anak dan sudah sepengetahuan orang tuanya!!
Aku dan bu Nuri – rekan mengajar di TPQ - sepakat kalau kami harus menghentikannya dengan memberi solusi. Terbayang olehku mereka masuk ke gereja, akrab dengan lingkungannya dan akhirnya menjadi kristiani. Harus dicegah sebelum terlambat!
Benarlah sabda Rosulullah SAW, “Kefakiran lebih dekat pada kekafiran.” Berbekal sabda baginda itulah, aku dan bu Nuri merancang sebuah strategi yang kami pikir efektif untuk melepaskan keterikatan anak-anak dengan pihak gereja.
Aku bertugas mendekati orang tuanya. Sasaranku adalah ibunda kelima anak tersebut. Beragam alasan dilontarkan dari kelima bunda ketika kutawarkan memberi beasiswa setiap bulan, perlengkapan sekolah hingga membayar les pelajaran di tempat lain. Tawaran ini berlaku mulai saat ini (SD) sampai putra-putrinya tamat SMA/sederajat.
Bunda 1           : “Sejak awal saya tidak setuju Banda ikut les di gereja. Meski  keluarga
kami berasal dari keluarga Kristen, namun karena sudah menjadi muslim, saya bertanggung jawab membentengi anak-anak saya supaya menjadi muslim yang taat. Ketika les di gereja, saya yakin anak saya akan diajari seperti orang Kristen. Ketika masuk ke TPQ, dia diajari cara Islam. Oleh karena itu, saya menolak tawaran les gratis. Saya juga diejek saudara-saudara saya yang Kristen, sudah miskin kok menolak difasilitasi secara gratis. Meskipun saya orang miskin, saya tidak ingin anak saya bingung apalagi di jaman sekarang, anak harus kuat agamanya supaya tidak terjebak pergaulan bebas.” 
Akhirnya kami menyalurkan beasiswa dari LMI (Lembaga Manajemen Infaq) Blitar kepada Banda – kebetulan beberapa pengurus LMI adalah teman saya - sebulan sekali hingga dia lulus SMA/sederajat nanti.

Bunda 2           : “Saya  tidak  enak  dengan  saudara-saudara  saya  yang  Kristen.  Saya
biarkan saja Fari diajak les pelajaran ke gereja. Saya sebenarnya ingin membiayai les Fari dengan uang saya sendiri. Tapi bagaimana ya, di sana gratis. Kalau saya menerima tawaran mbak untuk mengeluarkan Fari dari sana, saya sudah terlanjur tanda tangan surat perjanjian dengan pihak gereja.”
Setelah Bunda Fari berjanji mencabut perjanjian dengan pihak gereja dan kami yakin Fari tidak les di sana lagi, kami juga menyalurkan beasiswa dari LMI Blitar kepada Fari – sekarang sudah kelas 2 SD - sebulan sekali hingga dia lulus SMA/sederajat nanti.

Bunda 3           : “Kami berasal dari keluarga  muslim  bahkan  suami  saya  pintar  baca
Al Qur’an. Di gereja fasilitasnya gratis. Seminggu lesnya 3 kali dan selalu diberi makan dan kue. Kata pihak gereja, sekolah anak saya akan dibiayai. Kalau Ajeng dipindah dari sana, saya belum yakin beasiswa yang mbak tawarkan akan terus berlanjut. Khawatirnya setelah Ajeng keluar dari les di gereja, beasiswa yang mbak tawarkan berhenti sebelum Ajeng lulus SMA.”
Saya memberi waktu sebulan supaya Bunda Ajeng mempertimbangkan tawaran saya. Saya juga menyampaikan cerita Ajeng kepada sang Bunda, kalau Ajeng kebingungan. Ketika di gereja diharuskan berdoa dengan doa ala Kristen, sementara di TPQ diajari doa-doa Islami dan Ajeng memilih diam ketika diharuskan berdoa sebelum kegiatan les di gereja. Hingga sebulan berlalu, Bunda Ajeng belum memberi jawaban. Saya beranggapan tawaran saya ditolak, apalagi sewaktu mendengar dari anak-anak TPQ yang lain kalau Ajeng masih les ke gereja.
            Enam bulan berlalu. Hingga suatu hari Bunda Ajeng ke rumah saya dan menanyakan apakah tawaran saya masih berlaku. “Apakah Ajeng sudah tidak les di gereja lagi?” tanya saya.
            Ternyata Ajeng sudah tidak les ke gereja lagi karena bantuan dana untuk sekolah diberhentikan dengan alasan yang kurang jelas. Hanya les gratis saja. Padahal yang sangat diharapkan oleh Bunda Ajeng adalah dananya. Setelah bermusyawarah dengan bu Nuri, kami sepakat memberi beasiswa beserta fasilitas sekolah yang berasal dari donatur (selain LMI) dan diberikan sebulan sekali hingga Ajeng lulus SMA/sederajat. Itupun kami warning jika kami mengetahui dia kembali ke gereja, beasiswa akan kami cabut.  

Bunda 4           : “Terus terang, mbak, saya memasukkan Yesi les ke gereja karena gratis  
dan diberi uang saku meskipun tidak banyak. Saya juga tidak enak kalau harus mencabut surat perjanjian dengan pihak sana. Selain uang saku, di sana diberi dana untuk membeli buku, seragam, sepatu, rekreasi setiap enam bulan sekali dan masih banyak lagi. Kalau Yesi saya tarik dari sana, apakah fasilitas yang diberikan sama seperti di gereja?”
Saya sampaikan fasilitas yang saya tawarkan adalah beasiswa Rp 50.000,00 tiap bulan (ternyata jauh lebih besar dari pemberian gereja!!!). Selain itu, kuitansi pembelian sepatu, tas, seragam, buku atau les di tempat orang muslim akan kami ganti secara tunai, saat itu juga. Saya sampaikan kepada Bunda Yesi, kalau Yesi dan saudara sepupunya, Ajeng, kebingungan ketika harus berdoa di gereja. “Apakah Bunda tidak kasihan kepada Yesi, apalagi Yesi sudah lancar membaca Al Qur’an, sangat cepat menghafal Al Qur’an dan do’a-do’a serta cerdas di sekolah? Siapa yang akan mendo’akan Bunda kalau Bunda telah tiada dan Yesi menjadi non muslim?” tohok saya.
Bunda Yesi minta waktu seminggu untuk menjawab tawaran saya. Seminggu kemudian bunda Yesi menerima tawaran saya. Saya dan bu Nuri memberi beasiswa beserta fasilitas sekolah yang berasal dari donatur (selain LMI) dan diberikan sebulan sekali hingga Yesi lulus SMA/sederajat. Sama seperti pada Bunda Ajeng, Bunda Yesi kami warning, beasiswa akan dicabut jika Yesi kembali ke gereja.

Bunda 5           : “Terserah Wulan saja. Saya tidak berani  menolak  keinginannya untuk
les di gereja. Apalagi yang mengajak adalah tetangga saya yang selama ini sangat baik. Saya tidak enak dengan tetangga saya yang rela antar jemput Wulan untuk les di sana.”
            Sebenarnya saya sudah menyalurkan beasiswa LMI kepada Wulan karena kondisinya yang sangat papa dan yatim. Tetapi sang bunda kurang bisa diajak berkomunikasi sehingga Wulan sering diajak tetangganya ke gereja. Sampai akhirnya beasiswa dari LMI dicabut karena tidak dapat diingatkan.
Kami juga mendengar kalau selama Natal, Wulan ikut merayakan. Karena tidak ingin berlarut, Bu Nuri berusaha mendekati Wulan yang saat itu sudah kelas 6 SD. Melalui pendekatan intens kepada Wulan dan sedikit pemaksaan, akhirnya Wulan berjanji tidak akan ke gereja lagi dan akan keluar dari les di gereja (ternyata kedua gereja yang diikuti Wulan adalah gereja yang berbeda aliran. Wah jadi rebutan rupanya!).
Akhirnya Wulan mendapat beasiswa dari dua donatur sekaligus (selain LMI), mengingat dia adalah anak yatim. Sekarang dia sudah SMP dan kami wajibkan mengikuti pengajian pekanan bersama teman-teman sebaya agar keimanannya bertambah kuat serta tidak mudah terpengaruh lingkungan.

---- 000 ----

Kisah kelima ibu diatas menyadarkan diri saya betapa besar peran seorang ibu dalam mendidik buah hatinya agar bahagia dan selamat dunia akhirat. Hafidz Ibrahim seorang penyair mengatakan : “Ibu adalah sekolah utama, jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau mempersiapkan bangsa berakar kebaikan”.
Dari sosok ibulah sang anak pertama kali mengenal dunianya, belajar banyak hal termasuk mengenal Allah, Rasul dan Islam. Hendak membentuk anak seperti apa, tetap dalam fitrah atau yang lain, ibulah yang berperan. Apalagi ketika anak masih usia TK/SD, sang anak cenderung menuruti apa saja yang diarahkan oleh ibunya karena secara psikologis, anak membutuhkan perlindungan dan kedekatan seorang ibu. Apa yang dianggap baik oleh ibunya, akan diikuti.
Seorang ibu adalah peletak pondasi masa depan anak. Pondasi keimanan adalah modal utama dan paling penting yang akan menentukan sifat, sikap, pandangan, pegangan hidup dan prestasi anak kelak. Meski tentunya seorang ayah juga harus ikut berperan mendidik buah hatinya.
Menjadi seorang ibu adalah tugas berat yang dituntut terus melakukan pembelajaran terhadap diri sendiri agar perannya dapat optimal. Tidak ada kata berhenti belajar sebagai seorang ibu ketika kita berharap memiliki anak-anak yang sholeh, cerdas, berguna bagi bangsa dan menjadi cahaya yang akan menerangi umat.